Reflections from Al -Hikam
Laa haula wala quwwata illa billahi.
Tidak ada daya untuk mengelakkan diri dari bahaya kesalahan, dan tidak ada kekuatan untuk berbuat amal kebaikan kecuali dengan bantuan pertolongan Allah dan kurnia rahmatNya semata-mata.
Seandainya aku dekat dengan Allah, pasti Allah akan melindungi ku dari kesalahan dan maksiat, di kurniakan aku dengan taufik dan hidayahNya, menunjukkan aku arah kepadaNya. Tetapi seandainya aku lupa dan jauh dariNya, maka aku akan bersemadi dalam maksiat hanya semata-mata kerana Allah membiarkan aku......Sesungguhnya tiada yang berlaku tanpa kehendak Allah, Allah yang berkuasa atas segala sesuatu.
Ketika Iblis diperintah sujud kepada Adam, ia berkata:
"Ana khairu minhu"
Aku lebih baik dari dia. Berkali-kali aku telah merasakan diriku lebih baik dan lebih pandai dan pintar dari teman-temanku. Maka tertipu lah aku....sebenarnya Allah yang memberi ku ilmu, aku yang kosong menganggap diriku lebih baik dari rakan seperjuanganku....tertipu oleh kesombonganku sendiri. Aku merasa diriku lebih baik, sama seperti Iblis...dan sekiranya aku tidak sedar atas kesombonganku, pasti tempatku bersama Iblis di akhirat kelak.
"Ini semata-mata dari kurnia Tuhanku, untuk menguji padaku, apakah bersyukur atau kufur. Maka siapa yang bersyukur, maka syukur itu untuk dirinya. Dan siapa yang kufur, maka Tuhanku Dzat yang Terkaya lagi Pemurah (tidak berhajat sedikitpun dari makhluknya, bahkan makhluk yang berhajat kepadaNya)."
"This is by the Grace of my Lord!- to test me whether I am grateful or ungrateful! and if any is grateful, truly his gratitude is (a gain) for his own soul; but if any is ungrateful, truly my Lord is Free of all Needs, Supreme in Honour !" An-Naml:40
Kemewahan yang Allah telah kurniakan kepadaku, sepatutnya aku bersyukur dan renungkan bagaimana harus aku gunakan kemewahanku itu untuk menuju kepadaNya.
