Cool Sufi Stranger
Wednesday, May 11, 2005
How Lucky I Am.....
Text taken from www.suaraspiritual.com about Abah Didi
Sekilas Tentang Abah
Didi Nama lengkapnya Syeh Ibnu Mas’ud Haji Didi Jayadinata. Orang sering menyebut Ajengan Didi. Tapi ia tak suka sebutan itu. Ia lebih suka dipanggil Abah saja. Abah mendirikan perkampungan santri di atas tanah seluas kurang-lebih 20 Ha yang terletak di sebuah perbukitan, 50 km dari kota Sukabumi. Tepatnya di Kp Buniayu, Ds. Kertaangsana, Sagaranten, Sukabumi, Jawa Barat.
Abah Didi termasuk orang yang misterius. Tidak semua orang bisa berjumpa dengannya. Setiap kali ada orang berkunjung ke tempatnya, selalu dijawab oleh wakilnya Haji Abdurrohim, yang mengatakan Abah sedang tidak ada di tempat. Biasanya sedang ke luar kota. Sang wakil pun jarang tahu, ke mana Abah pergi. “Kalau sudah berada di tempat tujuan, Abah baru memberi tahu di mana posisinya,” kata Abdurrohman sambil mengatakan si pengunjung bisa bertemu Abah kalau sudah datang sekitar 3 atau 4 kali. “Untuk mengetes sejauh mana keinginan untuk bertemu dengan Abah,” kata Abdurohim.
Tak hanya orang biasa yang ingin bertemu Abah. Banyak pejabat negara yang ingin bertemu dengan Abah. Salah satu yang paling sering datang adalah mantan presiden KH Abdurrahman Wahid. Sebelum menjadi presiden, kata Abdurrohim, Gus Dur sering datang. Cuma setelah menjadi presiden Gus Dur ditolak untuk menemuinya. “Ya, dia pernah datang ke mari, tetapi Abah tidak mau menerimanya, karena banyak amanah yang disampaikan kepada Gus Dur ternyata dilanggar,” papar Abdurrohim. Selama hidup Abah Didi, kata Abdurohim, tidak akan pernah kawin. Sebab, perkawinan bisa mempengaruhi kadar keikhlasan seseorang untuk beramal. Dengan tidak kawin, Abah Didi merasa bebas tanpa beban untuk menyumbangkan hartanya kepada siapa pun.
Termasuk koleksi mobilnya yang lebih dari 10 buah, tidak ada satu pun yang atas nama Abah Didi. “Semua atas nama santrinya. Abah tidak mau urusan duniawi,” kata Abdurohim. Juga Yayasan Al Mas’udiyah yang tersebar di berbagai kota, tidak akan pernah ditemukan nama Abah Didi atau Syeh Ibnu Mas’ud Haji Didi Jayadinata. Yayasan yang berdiri sejak tahun 1990 ini bergerak di bidang pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. Para santri ada yang datang dari Malaysia dan Singapura, jumlah seluruhnya sekitar 600 putra putri. Di perkampungan itu sendiri pola pendidikan bukan menekankan pada kepandaian dalam membaca, tetapi bagaimana memahami kandungan Alquran.
Di “Kampung Abah” yang sejuk itu terlihat senyap, jauh dari hiruk-pikuk kota. Tidak ada suara musik atau celoteh renyah penyiar radio, apalagi sorak-sorai goyang Inul. Pesawat televisi merupakan benda yang sulit ditemukan di wilayah itu. “Bukan benci dengan TV atau radio, tetapi kami takut terbawa oleh mereka. Tidak ada manfaatnya menonton televisi,” kata Abdurohim menutup pembicaraan.
Now you know just how lucky I am....Thank you God for giving me this opportunity to meet someone who can lead me to the right path..
Monday, May 09, 2005
Readings from Al-Hikam
Many of us are successful in our lives..though we fail to see it. Many of us have tasted success to a certain degree...whether in love, family, finacially...all of us have tasted success and defeat. When we are asked what constitutes our success...we tend to attribute our success to hard work, diligence, persistence, discipline, timing, knowledge, friends, spouse...etc
But the truth is...its none of the above. There is only one factor that determines all....GOD.
Many of us pray 5 times a day, bowing their heads to God..reciting their vows to God..yet we forget who is God.
"Dan tiada kamu menghendaki kecuali apa yang dikehendaki oleh Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
Our success is only due to God. Nothing else. That is the hakikat or truth. Though from the syariat view..it is faith, hard work, patience and other factors that contribute to our success...its only the work of God.
If God wants you to fail, He can make you forget the knowledge that you hold in your heart, He can make you fall sick and disable you from working hard, He can befall you with family problems that takes away your concentration from your work and so forth...Yet He lets you succeed only because of one thing..his Rahmat..
Be glad that you have achieved what you wanted through God's will. and not by your will. Don't you know that your effort is also God's will...thus...how can you claim the credit...
Do reflect and remember..
Sunday, May 08, 2005
What is The Purpose of Life?
Sometimes we do tend to forget the purpose of why we are here. Sometimes, we are so engrossed in our lives, chasing after our goals, but we forget our purpose. We were told to set goals in order to succeed in this life. So, we set goals...career goals, financial goals, physical goals...etc. We strive hard to be ahead in our career, we work hard to be rich and we work our butts to look good....But is that our purpose in life??
The goals in our life....must coincide with our purpose in this life. But what is our purpose??
"Dan tidak ku jadikan jin dan manusia selain untuk beibadah kepada Ku."
Thats our main purpose....but are our goals towards that? Or are our goals against that? Think and reflect.




